Hilal

Hisab hilal · 514 kabupaten/kota

Kapan hilal terlihat?

Awal bulan hijriah ditandai hilal, sabit tipis pertama sesudah bulan baru. Halaman ini menghitung posisi bulan saat magrib di setiap kabupaten/kota, lalu membandingkannya dengan dua kriteria yang dikenal di Indonesia.

Daerahmu

Langit barat saat magrib

    Dua belas bulan ke depan

    Kapan kedua kriteria sepakat?

    Tinggi dan elongasi di sini adalah nilai tertinggi di antara 514 kabupaten/kota. Perkiraan tanggal 1 memakai satu kesatuan wilayah Indonesia: bila kriteria terpenuhi di salah satu daerah, bulan baru dimulai keesokan harinya; bila tidak, bulan berjalan digenapkan.

    Bulan Ijtimak (WIB) Tinggi maks. Elongasi 1 menurut MABIMS 1 menurut wujudul hilal

    Kenapa bisa berbeda?

    Dua garis batas di langit

    Wujudul hilal cukup mensyaratkan ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbenam sesudah matahari. Asal hilal sudah di atas ufuk, berapa pun tingginya, bulan baru dimulai. Kriteria ini lama dipakai Muhammadiyah, yang kini beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal.

    MABIMS, kesepakatan menteri agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dalam versi baru yang dipakai Indonesia sejak 2022 mensyaratkan hilal cukup tinggi dan cukup jauh dari matahari agar mungkin terlihat: tinggi minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°. Kriteria ini dipakai pemerintah sebagai bahan sidang isbat.

    Bila hilal sudah di atas ufuk tetapi masih rendah, kedua kriteria memberi jawaban berbeda. Titik-titik di grafik adalah hilal tertinggi di Indonesia untuk tiap bulan; yang berongga adalah kasus nyata ketika awal bulan memang berbeda.

    Tentang perhitungan